Quoted from detikinet » ‘kalau Ke Open Source Hari Ini, Pemerintahan Tidak Jalan’
Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil mengatakan pemerintah belum bisa beralih ke Open Source sekarang juga. Jika itu dilakukan, aktivitas pemerintahan tidak akan jalan. Hal itu dikemukakannya di hadapan komisi I Dewan Perwakilan Rakyat. “Kalau hari ini komputer pemerintah semuanya di-install Open Source maka aktivitas pemerintahan tidak akan jalan,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/1/2007). Menurut Sofyan ada tiga alasan hal itu akan terjadi. Pertama, ujar Sofyan, komputer pemerintah perlu di-upgrade sebelum berpindah ke Open Source. “Kedua, kemampuan sumber daya manusia (yang menggunakannya-red) belum memadai,” tuturnya. Sedangkan alasan ketiga Sofyan adalah soal dukungan driver bagi berbagai perangkat pendukung komputer. “Pada sebagian Open Source, misalnya, belum ada menu untuk men-support printer,” ia menambahkan. Namun di kesempatan yang berbeda Sofyan mengatakan pemerintah akan mendukung Open Source. Hal itu, ujarnya, dilakukan untuk jangka menengah dan panjang.
Mohon maaf buat pak Sofyan Djalil, saya jadi penasaran apakah anda betul² tidak mengerti atau anda betul² mengerti tentang open source dan segala kemudahannya, lalu apakah anda mengetahui spesifikasi hardware komputer yang cukup untuk menjalankan software open source?



Saya rasa Pak Sofyan Djalil ada benarnya lho mas. Memang open source memiliki banyak sumber daya, tetapi untuk kalangan awam (non-teknis) banyak hal-hal yang kecil susah diterapkan pada open source.
Dulu saya pernah mencoba menggunakan Linux SuSE 10.1 di Desktop saya, namun printer saya Canon MP150 terdeteksi namun saya tidak tahu cara mengkonfigurasinya. Saya coba print gagal terus.
Lalu laptop saya Wearnes Quadra CNT-1016 saya ingin sekali menginstalasinya dengan OS GNU/Linux tetapi bermasalah. Saya tidak bisa masuk ke mode GUI. Selalu bermasalah dengan XORG.
Jadi saya rasa wajar jika Pak Sofyan Djalil berkomentar demikian. Mungkin dia melihat sebagai pelaku umum yang notabene non-teknis.
umm, di benak saya nih mas.
Hire orang yang berpengalaman dengan opensource.
Pilih operating system yang paling mudah dipergunakan. Ubuntu mungkin?
Kebanyakan mereka memakai apa sih? kalau untuk kerja kantoran? software spreadsheet? word processing?
untuk aplikasi lain yang mempergunakan database, saya rasa bisa di buatkan webinterface, dan saya rasa mereka tdk akan kesulitan untuk mengeluarkan budget untuk itu.
Untuk printer, saya rasa jaman sekarang sudah bukan jamannya lagi kesusahan untuk koneksi ke printer. Operating system yang selalu terupdate pasti akan support driver2 printer terbaru. masa iya sih kantor pemerintahan masih pakai lx? minimal deskjet lah.
kalau masih alesan pakai lx, itu sih mengada ada.
bikin proyek fiktif aja getol, upgrade/beli printer model baru aja males
Jadi saya rasa, yang perlu diperhatikan adalah system apa yang akan dipakai. jangan menggunakan system yang susah dong. Saya aja akan bilang “tidak” kalau cpu saya diinstal SuSE. Karena saya tahu Ubuntu lebih mudah, canggih dan komplit bagi user linux yang bodoh dan non teknis seperti saya ;).
ah si mas ini so linux
kan tidak semua orang jago kaya si mas
yang ngomong saya jago linux itu sopo?
bermain logic dong mas..
mas… ubuntu terbaru juga ga jinak di laptop saya
ya berarti ganti laptop aja mas