detikcom: “Tulisan dan Jeritan Seorang Relawan di Aceh”:
detikcom - Jakarta, Gempa dan gelombang tsunami telah meluluhlantakkan provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Pasca musibah, masalah begitu kompleks, termasuk dalam penanganan korban dan pemulihan provinsi itu. Bahkan, ada kesan penanganan di Aceh pasca tsunami berjalan lambat.
Masalah begitu kompleks. Koordinasi seperti nyaris tidak ada. Termasuk pengiriman bantuan dan relawan. Terlalu banyak pejabat yang datang dengan membawa sekian banyak rombongan. Seorang relawan dari Air Putih bernama Salahuddien menuliskan kesaksian dan kisahnya menjadi relawan.”



iya sih nyebelin tuh orang2 yg ke aceh hanya utk “meninjau” dan ngga membantu… gue baca artikel ttg artis yg kesana dan dia bilang pesawat2 cuma bisa offload dan load barang selama 45 menit di bandara udara aceh, dan artis ini sempet bilang, “untung kita bisa atur sehingga berhenti disana sampe 2 jam, karena dalam 45 menit, kita ga bisa ngapa-ngapain.” gue pikir: emangnya dalam 2 jam, si artis mau mindahin jenazah berapa biji sih, dan mau masakin air berapa liter sih?
priority is all wrong. buat gue sih, mendingan tuh selebritis dan petinggi dikasih shock therapy aja, datang kesana tanpa protokol dan liat lokasi kejadian seadanya.
anyway, i’m here and i feel totally helpless because i’m not really doing anything physical for the people of aceh.